
Silent readers are welcomed. No Subscription required.
Many thanks,
On behalf of Mbah MD
≈ CICIT ≈
Mengingat dengan cinta …
Me-lupa-lupa-ingat bahwa “Mbah MD is K%K's fictitious grandfather who likes to spend the day sitting on the bench, reading, daydreaming & having an intercourse with nature.”
Menimbang kebebasan berekspresi setiap insan manusia ...
Meyakini bahwa kata/ucapan akan menjadi "indah" apabila konsisten dengan perbuatan …
Mempercayai bahwa CJ (dan bahkan suatu Komunitas) harus menjunjung tinggi hak cipta, meng-copas dengan mempertimbangkan intelektual property, mem-forward dengan santun dan menjalankan netiquette dengan sehat. (Silahkan baca link yang lebih singkat di SINI.)
Mengingat bahwa berdasarkan tanggal email yang ada di file Mbah, Dari tanggal 22 April 2006 - artikel pertama dengan subject email: "Posting Pertama Untuk KoKi: Maling Lampu Sepeda dan Kunci "D") s/d tanggal 16 January 2008 - artikel terakhir dengan subject email: Turut Berduka Cita (untuk Oca), secara sadar, ikhlas dan sukarela kami telah mengirim beberapa artikel melalui satu alamat email. Semua artikel dan foto-foto kami kirim ke email resmi/kantor Zeverina yang beralamatkan @kompas.com untuk dimuat HANYA di KoKi Kolom Kita KOMPAS.com dimana dulu Z pernah duduk sebagai Pengelola KoKi. (Artikel Zadul itu dapat dibaca di blog pribadi kami dengan tag Kookkaburra-di-KoKi.)
Sehubungan dengan ditutupnya KoKi Kompas Komuniti dengan resmi pada tanggal 1 Mei 2009, misi Mbah di The Late Kookkaburra SUDAH SELESAI dan dengan ini Mbah mengumumkan secara resmi bahwa:
Terhitung Mulai Tanggal 9 Juni 2009 keempat "Taman" Mbah Taman Patung, Taman Safari, Taman Pelangi, Taman Bacaan termasuk The Late Kookkaburra ini, akan dilimpahkan ke Cicit Mbah dengan resmi. Artikel ini adalah postingan Mbah yang terakhir di The Late Kookkaburra (1988 – 2008). Selanjutnya fungsi create article blog The Late Kookkaburra akan DITUTUP. (Mbah masih akan eksis dan menulis "di TAMAN" dan blog "Kookkaburra" masih dapat dibaca publik.)
Perlu Mbah tegaskan bahwa penutupan blog The Late Kookkaburra ini adalah murni inisiatif Mbah sendiri tanpa dicampuri oleh pihak lain. Keputusan ini adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.
Mungkin setelah dua puluh tahun Mbah akan balik nulis lagi. Mendirikan Kerajaan Kookkaburra Bisnis Inc. dan menerbitkan Surat Kabar Warga. Keh keh keh … Mudah-mudahan Cicit bisa mewujudkan impian Mbah ini. Cepat gede ya … Cit. Semoga Cicit nantinya berkenan untuk mengulang desain blog yang sama, dengan warna dasar COKLAT yang sangat delicious yang akan membangkitkan KENANGAN INDAH tentang KoKi Zadul, tentang greetings, tentang trip Mbah ke negeri LoveTalk, tentang “Easy Sunday Morning”, tentang peniti, tentang Benazir etc. … etc. Oooooh ... those good old days ............
Terima kasih Z, KoKi, Kokiers, Silent Readers and last but not least Cucu2 semwuah ...mwah ...
AU REVOIR, mBeeeby ;)
~Mbah MD~
*) Judul di atas dikutip dari tulisan Z yang bertajuk “Resign dan Huhuhu ….”, penggalannya ada di bawah dan lengkapnya bisa dibaca di KoKi-Kolom Kita.
"Z secara resmi, sopan, sesuai tatakrama, juga meminta semua content KoKi, berupa artikel, data KoKiers, photo dan komentar, dari Agustus 2005 - April 2009, dikembalikan kepada Z dan KoKiers, utuh, enggak boleh ketinggalan satu titik pun. Memang, KoKi akan memulai sejarah baru, tetapi please jangan halangi sejarah lama KoKi ikut bersama petualangan baru, lagipula sejarah KoKi itu buat Kompas.com toh tidak ada artinya, hanya menghuni arsip, dan selanjutnya ... dilupakan."
Pada tanggal 4 Mei (di artikel lain tertulis tanggal 5 Mei), ketika mengajukan pengunduran diri secara lisan dari jabatannya sebagai Columnist (?) di KOMPAS, Zeverina yang juga merangkap sebagai Pengelola KoKi meminta konten KoKi dari KOMPAS. Salah satu alasannya adalah “agar tidak dilupakan”, karena menurut Zeverina, apabila menghuni arsip KOMPAS, KoKi yang sudah dibekukan hitam di atas putih pada tanggal 1 Mei 2009, akan dilupakan. (Penonton bingung? Mbah juga …)
Kenapa Mbah binun? Karena Mbah teringat ketika Zeverina bercerita tentang post graduate student yang sekolah di LN dan berniat untuk melakukan riset tentang KoKi sebagai text. Pernyataan bahwa setelah menjadi arsip selanjutnya dilupakan yang keluar dari seorang Zeverina sangatlah mengejutkan. Begitu naifnya kah dia sampai tak terpikir bahwa dimana kemudian arsip tsb bercokol akan berdampak pada page view domain yang dinaunginya? Meskipun tidak secara explisit mengakui keterkaitan arsip dengan page view, Zeverina mengakui bahwa arsip KoKi is priceless. (“ini harta karun berharga untuk membangun website NewKoKi, bagian dari sejarah, dan dokumen KoKi” - Zeverina.)
Pernyataan Zeverina ini sejatinya diartikan bahwa ARSIP (dimanapun tempatnya) adalah dokumen berharga, termasuk apabila Arsip KoKi disimpan dalam Kompas.com atau di web.archive, maupun di website NewKoKi. Gunanya arsip ya … MEMANG agar tidak mudah dilupakan orang. Sesuatu yang diarsipkan umumnya dipakai untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan “komunitas” tertentu, keh keh keh …
Kalau berjalan sesuai dengan rencana, NewKoKi akan diluncurkan besok (Rabu, 27 Mei 2009) dengan desain baru. Kenapa desain baru? “...ngapain mengulang desain yang sama, selain Z sudah bosan, hanya akan membangkitkan luka lama saja.” Kalaulah desain lama dapat mengalunkan Orkes Sakit Hati, bukankah dengan “menempel” Arsip KoKi(Lama) di NewKoKi akan menorehkan luka lebih dalam lagi? Bijimana logikanya? Keh keh keh …
Sebenarnya, ARSIP itu apaan sih? Supaya tidak bingung, mari yuk kita simak apa itu ARSIP. Menurut Cambridge Dictionary, sebagai kata benda, ARSIP adalah:
1. a collection of historical records relating to a place, organization or family;
2. a place where historical records are kept;
3. a computer file used to store electronic information or documents that you no longer need to use regularly
Nah, dari ketiga definisi di atas, keknya yang paling tepat dengan tulisan Mbah kali ini adalah makna yang ketiga, yakni electronic file, seperti (http://www.kompas.com/archiveweb/ dan http://www.web.archive.org/. Arsip KoKi dapat dijumpai di kedua Arsip ini. Klo nggak salah (CMIIW), Mbah tau kedua link ini dari Arita yang pernah menulis KoKi-si-Ana dengan judul Thats All Folks (Keh keh keh … Welcome back. Btw, kok ada tambahan “Terms of Use Kompas.Com” di artikel tsb ya ... ?)
Mari kita lihat apa sih web.archive.org ini? Ada beberapa poin penting yang dicantum dalam Terms of Use yang dipublikasikan pada tanggal 10 Maret 2001:
1. Arsip Internet ini gunanya untuk kepentingan masyarakat luas yang sifatnya nir-laba dan kegunaannya adalah untuk kepentingan umum dan tidak komersil. --->"The Internet Archive (the "Archive") is committed to making its constantly growing collection of Web pages and other forms of digital content (the "Collections") freely available to researchers, historians, scholars, and others ("Researchers") for purposes of benefit to the public".
2. Selama arsip dipergunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan riset, akses ke Arsip tersebut tidak dikenakan biaya apapun. --->"Access to the Archive’s Collections is provided at no cost to you and is granted for scholarship and research purposes only".
3. Setiap pengguna Arsip tunduk kepada peraturan yang berlaku termasuk hak cipta. ---> "You agree to abide by all applicable laws and regulations, including intellectual property laws, in connection with your use of the Archive. In particular, you certify that your use of any part of the Archive's Collections will be noncommercial and will be limited to noninfringing or fair use under copyright law".
Intinya dari ketiga poin di atas adalah, walaupun Arsip tersebut berada di ranah publik dan dipergunakan untuk kepentingan umum, setiap pengguna hanya diperbolehkan menggunakan Arsip dengan “wajar” (fair use).
Yang paling menarik adalah, seperti yang ditulis di Terms of Use, penulis atau penerbit dapat mengajukan KEBERATAN, apabila mereka tidak berkenan sebagian atau seluruh hasil karyanya diarsipkan oleh Internet Archive. ---> "While we collect publicly available Internet documents, sometimes authors and publishers express a desire for their documents not to be included in the Collections (by tagging a file for robot exclusion or by contacting us or the original crawler group). If the author or publisher of some part of the Archive does not want his or her work in our Collections, then we may remove that portion of the Collections without notice".
Apabila informasi di atas lebih banyak mengacu kepada arsip dalam bentuk artikel, bagaimana dengan Arsip Foto seperti foto jadoel koleksi KITLV? KITLV (Koningklijk Instituut voor Taal- Land- en Volkenkunde) yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies adalah semacam lembaga riset yang khusus mendalami bekas koloni Belanda termasuk Indonesia. Pusat penelitian yang sudah berdiri sejak tahun 1851 ini mempunyai koleksi buku, jurnal, majalah, koran dan tentu saja foto-foto djadoel.
Mau tau berapa harga dari penggunaan foto-foto tersebut? Khusus mengenai KITLV yang berbasis di Leiden, biaya yang dikenakan tercantum dalam Copyright notice dengan perincian sbb:
- untuk makalah atau tesis tidak dikenakan biaya apapun untuk maksimal 60 print tun
- untuk artikel, buku, koran dan majalah €35
- untuk internet, film dan TV €100
Meskipun peneliti/pengguna sudah membayar sejumlah uang untuk foto tertentu, tidak berarti “pembeli” dapat menggunakan image tersebut berkali-kali dan dalam lokasi/media yang berbeda-beda. Image yang sudah dibayar itu hanya boleh dipakai sekali saja dan apabila kita ingin menggunakannya di tempat lain untuk keperluan yang berbeda, kita harus membayarnya lagi. ---> "The KITLV hereby grants permission for use of the specified image in one publication only. The use of the material for further printing, publication, sale, lending, broadcasting or any other public purpose, whether by the same person or by others, without prior permission from the KITLV, is prohibited".
Bagaimana dengan Getty Images? Karena Mbah nggak pernah “terlibat” langsung … ya … biar ajah masalah itu menjadi PR konsultan bidang legal suatu komunitas, keh keh keh … Inga-inga, Kompas.com TIDAK pernah mengembalikan konten KoKi, Zeverina (dan publik) diberi “kemudahan” untuk “mengambilnya”, seperti laporan dari Zeverina sendiri:
"Sayangnya, model pengembalian ini tidak disetujui manajemen Kompas.com, menurut pendapat mereka ketika menulis artikel, KoKiers menulis untuk KoKi (yang berada di bawah manajemen Kompas.com) secara sukarela, oleh sebab itu Kompas.com tidak berkewajiban mengembalikan content tersebut kepada KoKiers, dan sebagai jalan tengah, pihak Kompas.com bersedia menayangkan arsip KoKi dari 2005 - 2008 di website community, selanjutnya silakan Zev dan KoKiers mengambilnya sendiri."
Apa pendapat penonton setelah membaca postingan Mbah kali ini? Apakah benar bahwa “Penghuni” Arsip itu akan dilupakan orang? Keh keh keh …
**) Tulisan ini hanyalah sebutir pasir … dari mantan penulis KoKi yang akan terus memperjuangkan hak cipta karya-karyanya yang pernah dikirim untuk diterbitkan hanya di KoKi-Kompas.com (selain di blog Kookkaburra) tanpa tujuan komersil.
Setengah jam sudah berlalu dan
Kami sudah berbalik arah untuk pulang
Dan sampai di Rumah Burung itu lagi.
Cit, masih ingat Rumah Sijei itu kan … ?
(Cicit tersenyum sambil mendongakkan kepalanya ke atas.)
Meskipun rumah baru itu nantinya berwujud Sangkar Emas,
Kalau masih nempel di pohon tanpa FOUNDATION yang TEPAT dan KOKOH
SiJei Baru tak akan lama bertahan
And … history repeats itself.
Komitmen dengan SiJei atau Komitmen dengan Community
adalah dua hal yang berbeda,
Tak ada salahnya kalau mau dikombinasikan
Cuma ... idealnya ... dimaklumatkan pada saat peluncuran,
Bukan pada saat pemberangusan, keh keh keh …
SiJei is ... How You Define It!
Ketika diwawancarai Charles Michele Duke, Lara Farrar, “a rising star in the world of international media”, salah satu pertanyaannya adalah: Do you think there is a model for citizen journalism?
Berikut adalah jawaban Lara Farrar:
I think that is an important question. I think you also need to figure out what the public thinks of citizen Journalism. As often as you hear, 'Is Journalism is going to die?', 'What is going to happen to the media?', 'Do we need journalists?', the truth is that, more than anything, people still value good journalism. From my own experiences with online media, you can watch where people are going and what they are reading. Stories that are well thought out, quality work, they are reading the whole story, clicking on it and staying there. I think that is a really good sign. People want quality work and the industry should take notice of that. IT TAKES TIME TO DO THAT, YOU HAVE TO INVEST IN YOUR REPORTING, YOU HAVE TO GO BACK TO WHAT JOURNALISM IS SUPPOSED TO BE. (Dicetak tebal dan diberi huruf besar oleh Mbah.)
SiJei Berlandaskan Kutang? Keh Keh Keh …
Judul bagian ini muncul setelah Mbah nge-post Foundation. Iseng-iseng Mbah cek definisi dari kata tersebut di Webster dan Mbah baru tau bahwa foundation juga bisa berarti KUTANG (Corset). Lengkapnya Mbah copas disini:
1: the act of founding
2: a basis (as a tenet, principle, or axiom) upon which something stands or is supported
3 a: funds given for the permanent support of an institution : ENDOWMENT
b: an organization or institution established by endowment with provision for future maintenance
4: an underlying base or support; especially: the whole masonry substructure of a building
5 a: a body or ground upon which something is built up or overlaid
b: a woman's supporting undergarment : CORSET
c: a cosmetic usually used as a base for makeup
Dimanapun huniannya ... why don't "we" make a FRESH START? Tentunya dengan STONE FOUNDATION. Untuk apa membangun di atas puing-puing kuburan? (Mank lu punye saham berapa, Mbah? Keh keh keh ...)
~ Komitmen SiJei ~
Titik-titik air juga yang
tadi pagi menemani Mbah nyekar ke Taman Pemakaman CJ
Pot Kembang yang Mbah bawa kemarin sudah mulai layu
Sementara itu …
Helai-helai kembang Cherry mulai berguguran
Menyelimuti pusara KoKi yang masih lembab
Dan membentuk permadani Pink yang indah
Tentu MUMI sudah bahagia di alam sana
Apa ya ... headline hari ini?
Voila … arsip tahun 2005-2008 sudah ada
Dengan alamat “kokiar”
Hmm … apalagi ya …? Rasanya tak ada yang baru ...
Pengumuman dari Redaksi KOMPAS.com masih terpampang disana. “Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa mulai tanggal 1 Mei 2009, fungsi pengiriman artikel di situs KoKi akan ditutup.”
Surat terakhir dari pengelola KoKi yang dipajang (tanpa izin dari pihak manajemen) masih ditempel juga. “Thank you. .... ternyata usia KoKi tidak sampai ulangtahun keempat yaaaa ....”
Pernyataan itu kemudian dibalas oleh Edi Taslim mewakili Manajemen KOMPAS.com secara “apa saja siapa saja", meskipun pengelola KoKi masih kerabat Mr. PS ;) Kami menyayangkan publikasi pengumuman ini yang tidak melalui ijin dari manajemen KOMPAS.com. Ini adalah lagi-lagi bentuk indisipliner dari pengelola KoKi yang sering bertindak tanpa koordinasi, dan mendahului kebijakan manajemen serta mempublikasikan hal-hal yang bersifat internal di publik.
Ah
Lalu Mbah ngecek email
sijei bilang: quote : Zeverina sebagai PENGGAGAS (bukan pemilik) KoKi . Jadi haknya mirip SURROGATE MOTHER tho?
Mbah MD menjawab: Dearest sijei, Sewaktu Mbah menulis “Zeverina sebagai PENGGAGAS (bukan pemilik) KoKi," di artikel Mumi, Mbah hanya ingin MENGGARIS-BAWAHI, bahwa secara yang SELALU tertulis di KoKi sampai akhir hayatnya dan pernah Mbah lihat di Gubug Perjuangan juga tertulis demikian (PENGGAGAS) bukan pemilik.
Seperti yang ditulis oleh exAsmodKoki, "Mereka (Mr PS - Mbah) bersedia mengambil alih KOKI (sebagai bisnis keluarga), asalkan Z mengundurkan diri secara baik-2 dari KKG dan berdamai dengan pihak manajemen Kompas.com". Pada kenyataannya tidak ada "pengambil-alihan" KoKi oleh PS yang notabene punya saham di KKG. Update terakhir dari Penggagas hanya menjelaskan bahwa Penggagas sudah meminta konten KoKi secara lisan pada tanggal 4 Mei dan belum dijawab oleh Taufik Mihardja (atau belum dipublikasikan?). Mbah nggak ngerti bisnis. Cuma bertanya-tanya ... apa Getty nggak bakalan menggugat foto-fotonya ditayang-ulang** ditempat lain ya ...? (Lah kan ntar dibayarin oleh Bank ;)) Intinya ... apakah pengalihan kontennya sesederhana itu? Dan apakah pengambil-alihan itu "meningkatkan" status Penggagas menjadi "pemilik"? Kalau benar Bank H merupakan investor tunggal, apakah H dapat dianggap sebagai Pemilik KoKi yang sah? Mohon pencerahan.
Mengenai Surrogate Mother, itu
sijei bilang: Apa kalau bayinya mati , ibunya mati ?
atau Ibunya mati , bayinya ikut mati ?
Mbah MD: Kita sebenarnya tidak bicara tentang “kalau” ;). Dengan “disaksikan seluruh insan pers di dalam negeri, dan stakeholders di seluruh penjuru dunia,” (mengutip bahasa Petisi) Ibunya sudah mengakui (lihat kutipan di atas) bahwa Bayinya sudah mati dan kita bicara tentang bayi yang “jalan” 4 tahun
sijei bilang: Bisa ngga bayinya dipiara oleh orang lain ?
Mbah MD: Bicara tentang bayi yang sudah JELAS-JELAS (diakui MATI oleh Ibunya sendiri) cocoknya sih (mayatnya) “dipiara” Sumanto, keh keh keh. Tapi kalau bayinya masih hidup sah-sah aja dipiara oleh orang lain, selama Ibunya IHKLAS dengan alasan apapun, apakah itu demi ibunya, demi para penggemar/pecandunya, demi menggairahkan tulis-menulis ala sijei, demi "dompetKoKi", demi regenerasi si Bayi atau demi Kerajaan Bisnis ;). IMHO, masalahnya jadi lain, kalau taruhannya adalah "kehormatan" dan karir.
Khalayak ramai mempercayai bahwa si Bayi punya nilai ekonomis. Bahkan, kuburannya pun dianggap keramat dan diyakini dapat dijadikan tiang Kerajaan Bisnis. K
Dulu Z pernah bilang (Mbah nggak ingat persis kalimatnya gimana) KIRA-KIRA seperti ini: Nanti Z akan mengelola proyek yang lebih besar lagi (secara KoKi cuma “ecek-ecek” nya Z) dan KoKi harus bisa berjalan sendiri tanpa Z harus memonitor langsung. Dulunya, menurut Mbah pribadi, terkesan bahwa Ibunya ikhlas kalau bayinya (sewaktu masih hidup) dipiara orang lain. (Ternyata ... bangke-nye boljug diajak berpetualang, keh keh keh.)
sijei bilang: Kalo emang bibitnya bagus tetep berbobot
Mbah MD: Bibit bagus? Keh keh keh … klo bibit bagus tidak ada yang membuahi ya … nggak bakalan ada pembuahan. Nggak bakalan ada Adik Baru. Katakanlah ovum-nya berkualitas dan sperma-nya bener-bener tok-cer. Tapi … klo spermanya berasal dari saudara tua atau keluarga besar … bisa-bisa incest loh. Hati-hati penyakit turunan. Tapi Mbah nggak tau klo Virus Bisnis itu bersifat menurun atau tidak. Good luck ajah ya … tulus nih, smoga dapat berbakti sosial yang lebih luas lagi.
Mbah teringat akan iklan layanan SLI 009 yang Mbah baca di KOMPAS.com barusan: "Jangan buru-buru bikin keputusan bisnis." Inga-inga, timing itu penting. Inga-inga juga, penikmat bayi itu banyak yang merupakan pecandu berat yang sangat menyukai "rasa lama". Kalau barang tak selalu ready stock, pembeli bisa lari ke lain hati. Memang terlalu dini untuk menilai, tapi kita lihat saja, seberapa jauh dan seberapa banyak KoKiers yang akan dilibatkan (nggak dilibatkan juga gpp sih), lah bisnis nya bisnis ndili. Kita tunggu seberapa kenceng suara para konsultan (IT dan bisnis) nantinya.
KoKi is not KoKi if I don't see it in KOMPAS.
KoKi WAS KoKi
New KoKi is a different thing.
Sijei bilang: “Itu Opera-si(jei)pada hakikatnya untuk menyelamatkan baby K -nya atau emaknya yak ?”
Mbah MD: Mbah yakin sijei sudah tau apa jawabannya (yours and mine). Nyang Mbah tau sesuai petunjuk jubir (exAsmodKoKi), Z sudah dipindah-tugaskan dan sudah dikukuhkan dalam SK. Pilihan Z hanya dua: 1. Tetap bekerja di Kompas sebagai “Reporter Health Column” per 1 Mei – masalah penandatanganan cuma masalah teknis administratip dan SK bisa saja sewaktu-waktu dicabut (berdamai baik-baik). 2. Seperti yang disarankan oleh Mr. PS yang notabene KERABAT sekaligus (salah satu) pemegang saham di KKG, resign dengan cara “terhormat” dari jabatannya sebagai, mengutip Zevs Friends, “wartawan pemula”. sijei sudah tau bagaimana endingnya dan mbah juga sudah punya prediksi jauh sebelumnya (Lihat With Love We Remember KoKi). There is nothing wrong to save both mum and baby, anyway. Pertanyaan yang mendasar adalah MOTIFNYA APA? God knows. What I DO know... it's someone's "business.")
**Tayang ulang: Ada dari foto2 (The Late) Kookkaburra yang dikirim ke KoKi merupakan hasil pinjeman yang IZIN TAYANG nya hanya diberlakukan untuk KoKi - KOMPAS. Jadi tolong dihargai.
Kulihat Kursi terkulai
lunglai
Ya … Kursi basah
Bersimbah air mata …
Di Kolam Old Gum Tree
Sang Putri tercenung
Balita Ajaib itu
tak dapat bertahan lebih lama
Alat pacu jantungnya sudah dicabut ...
hari ini
Menyisakan duka
sekaligus amarah pada sebagian pemujanya
Siangnya Burung Hitam itu datang lagi
terbang rendah
Ditemukannya batang Seksologi itu
sudah diamputasi
Sang Burung lalu terbang jauh
Menembus Langit KoKi yang kelam
Keesokan harinya prediksinya terjawab
Pohon itu akan dimusiumkan
Sehelai daun kering melayang
Tertiup angin
Daun itu nancep di rumput
Sudah jatuh
Tertusuk pulak
Apa mau dikata
Induk Semang yang biasa memasok Getty
Mulai menganggap Balita KoKi sebagai benalu
Mungkin dulunya sempat dipikirkan
Untuk mengasuh KoKi bersama-sama Adik Sepupunya
Sebagai single parent yang independen,
cekatan dan biasa bekerja sendiri
tanpa supervisi yang berarti,
mungkin agak sulit
bagi Ibu Pengasuh untuk bekerja dalam tim
tak rela apabila KoKi kehilangan gregetnya
gara-gara system dan aturan main Sepupu
Pemberontakan dimulai
Mbalelo siap grak
Gerilya dilakukan
Rapat Jalanan diagendakan
Akan tetapi korslet
Dari Unit Gawat Darurat
Tom Cruise didaulat menjadi Moderator Dadakan
Dalam Rapat Online
Palu belum sempat diketok tok tok
Sampai akhirnya …
Pada Hari Buruh 2009
Pohon besar itu
Ditutup dan akan dijadikan "cagar arsip"
Kain kafan belum juga dibeli
Akan tetapi ... di Pohon itu
Sudah mecungul sekurang-kurangnya dua jenis jamur
Jamur Gepeng Wordpressor
Dan Jamur Kancing Blogspotters
Rusunami dibangun secara instant
Tukang Insinyur bekerja keras
semua serba dadakan
lebih cepat, lebih baik
mungkin itu jargonnya
tipikal kelakuan jadul
like mother like son
Dalam keadaan darurat
mau juga Mamak menerima