≈ MaKlumat ≈

Terhitung Mulai Tanggal 9 Juni 2009, Kelima blog (beserta seluruh Kontennya) atas nama Mbah MD sudah dilimpahKan Kepada CiPung aKa PungguK KooKKaburra.

Sebagai pewaris tahta Kerajaan KooKKaburra Bisnis Inc. THUS pemiliK tunggal (pemegang 100% saham) PungguK KooKKaburra (selanjutnya disebut "Owner"), memiliKi tanggung jawab dan Kewenangan sepenuhnya terhadap blog-blog tersebut.

MaKlumat ini dapat diubah dalam waKtu seKonyong-Konyong tanpa pemberitahuan sebelum dan sesudahnya.

ttd.

Owner
≈ PungguK KooKKaburra ≈

Monday, 26 May 2008

Dd dan Aa: Merah Djambon Cinta Kita

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~



If I had you here,
I'd clip your wings

Accept it,
Don't let it

Like can't you see
the grass is greener when it rains

Eve, the Apple of My Eye Bell X1
(Source:
fontofontaine@YouTube)

Di suatu Taman Merah Djambon
Terjadilah hubungan "gelap"
Antara Tulip Putih dan Tulip Merah Djambon
Yang terkadang disirami Hujan
Yang tiba-tiba membuat mereka dapat melihat
Bahwa daun pun tampak lebih hijau

Nothing lasts forever
Hujan pasti berlalu
Dan menghadirkan Pelangi
Setelah pendarnya menghilang
Datanglah Mentari
Nothing lasts forever
Kemudian Boelan
Bintang ...

Double Early Tulips in White and Merah Djambon
Together forever?
Alam telah mengajarkan
One thing lasts longer than the other
~Mbah MD~


prabukoki bertanya di Kursi Tua:
"Mbah, kenapa K%k tidak dihidupkan kembali
Biar burung-burung bernyanyi lagi"

Sungguh pertanyaan yang sulit, kataku. Rain drops on roses and whiskers (drop) on kittens mungkin dapat memberi ilustrasi bahwa ada yang lebih dapat bertahan dibandingkan dengan sesuatu yang lain. The whiskers last longer than the raindrops.

Rain DROPS on Roses

Whiskers DROP on Kittens


My Favourite Things (Lorrie Morgan)
Sound of Music

(Source:
MyLaydy@YouTube)

When the dog bites
When the bee stings
When I'm feeling sad
I simply remember my favourite things
And then I don't feel so bad

Friday, 23 May 2008

Kursi Tua

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Mbah , sudah 3 hari saya absen
... pikiran saya lagi buntu ...
boleh ya duduk di kursi, diam .

(anonymous)

Kursi Tua Di Taman

Silahkan ...
Duduklah dalam diam
Maka dari itu pikiranmu akan 'plong'
Letakkan jemari tanganmu
Pada sandaran tangan kursi

Tak perlu kau minta izin
Kemarilah kapan kau suka
Dan lakukanlah hal yang serupa
Setiap kali kau datang ..., duduk ..., diam ...

Aku akan berusaha semampuku
Sampai tanganku lepas
Sampai sandaranku lenyap
Menyisakan sekeping papan

Noa dan Merpati

"Namaku Noa", katamu.
"Boleh aku duduk disini?" tanyamu lagi.
"Silahkan, tapi jangan dalam diam", kataku.

Note: I took the above picture in a park. I do not know the little girl and Noa is not her real name.

Tuesday, 20 May 2008

Asal Usul: The Show Must Go on!

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Petang itu
Telaga bening, hening
Musim bersemi
Cinta berseri

Sepasang itik Mallard
Hanyut
Dalam buaian
Telaga bening

Di salah satu sudut telaga
Sekelompok ikan berenang riang
Sesekali mendongakkan kepalanya
Muncul disela-sela tumbuhan teratai

Titi si merpati yang sedang memandangi sepasang Mallard itu
Mengalihkan pandangannya ke arah ikan-ikan tersebut
Teringat akan sahabatnya Ikan Jingga
Selepas musim dingin
Tak lagi dilihatnya si Jingga

Sepasang merpati terbang rendah
Melayang sesaat di atas telaga
Menukik di atas tembok beton
Ternyata pasangan Abunk dan Yayank

Keduanya sungguh fotogenit dan tampak serasi
Lengket terus seperti cups and saucers

"Yank, udah tau lom tentang nasib kolom 'Asal Usul'?" tanya Abunk.
"Dulu sih rasa-rasanya ada yang menanyakan, emangnya kenape?" si Yayank balik bertanya.
"Kolom yang sudah berusia 23 tahun itu udah bubar," jelas Abunk singkat.
"Bubar!!!?" kata Yayank setengah berteriak saking terperanjatnya.
"Ya, betul sekali, Yank. Ini aku bacakan kutipannya dari blog pengasuh rubrik itu, Ariel Heryanto," sambung Abunk sambil membacakan kutipan itu dengan lantang.
"Pada akhir April 2008, redaksi Kompas memutuskan untuk menghapuskan rubrik tersebut, tanpa menyebutkan alasan."

"Jadi, seperti pemutusan sepihak?" tanya Yayank setengah berbisik.
"Sebagian 'kecil' orang, mungkin, akan mengambil kesimpulan sepertimu, Yank. Naskah terakhir beliau yang berjudul Pesona adalah tulisannya yang mengalami 'ulur-tarik'. Pesona, seperti yang ditulis Ariel di blognya, ditolak at the last minute sebelum edisi suratkabar naik cetak, tapi kemudian tulisan tersebut digolkan di Kompas cetak versi online."
"Kalau rubriknya 'diputus' tanpa alasan, apakah ada alasan dari penolakan artikel di edisi paper cetak tsb?" tanya Yayank lagi.
"Oh ... alasannya, masih menurut Ariel sendiri, mengutip penuturan Kompas, adalah 'resiko keamanan'," jawab Abunk.
Yayank tak bereaksi sedikitpun.

Dalam sejenak, pasangan Abunk dan Yayank terdiam
Sibuk dengan pikiran masing-masing
Keduanya terhenyak
Menarik nafas ... serentak
Sementara itu pasangan Mallard
Masih berasyik-masyuk di bawah sana
Bermain air

Di sudut yang lain,
Kerumunan ikan-ikan kecil, dan
ikan-ikan besar
Meninggalkan riak-riak kecil
Bergejolak ringan
Di bawah dedaunan teratai

Kerumunan ikan itu menarik perhatian Yayank
Sepintas dilihatnya sekelebat ikan Jingga kecil
Dipasangnya telinganya baik-baik dan,
diarahkannya pandangannya ke rerimbunan teratai

"Mas, kau lihat Mas ...," hanya itu yang bisa diucapkan oleh Yayank.
"Ya ... aku lihat ... si Jingga, kan?" jawab Abunk yang sedari tadi mengikuti arah pandangan mata Yayank.

Abunk dan Yayank kemudian mendengarkan pembicaraan yang terjadi di balik rerumputan di tepi kolam itu dengan seksama.

"Jingga, seharusnya kamu berada di akuarium, bukan disini, di kolam ini," kata Ikan Senior.
"Maafkan aku Ikan Senior, sepertinya ada penyusup, akuarium bobol dan akupun terdampar disini," jawab Ikan Jingga yang tidak begitu tahu persis di kolam mana dia berada.

"Oh begitukah ceritanya? Aku pikir kau sudah senang-senang disana, makan disuapin dan mandi pun 'diobok-obok mesra'," pancing Ikan Senior.
"Tadinya memang aku bahagia, karena aku mulai belajar mempercayai Tuanku, dan aku pun mulai membuka diri. Pada awalnya Usul Asal-asalan-ku itu tak digubris. Tapi selang beberapa saat, mungkin setelah dikonsultasikan kepada yang punya 'power,' usulanku itu dikomentari dibawah komentarku dan gagasanku itu dimodifikasi sesuai kebijaksanaan dalam negri. Aku bangga, aku ditawarkan untuk 'bertelur' secara kontinu, seingatku minimal dua-tiga kali dalam seminggu," kata Ikan Jingga sambil memalingkan wajahnya.
"That's too much. Aku tolak dengan sopan, tentu saja aku harus memperhatikan alat reproduksiku. Lagian aku menulis just for fun, tak ada beban, I am not a machine," sambung Jingga pelan.

"Jangan sedih, Nak, engkau tidak sendirian," hibur Ikan Senior.
"Ya aku tau, aku barusan mendengar pembicaraan Abunk and Yayank, kolumnis sekaliber Ariel Heryanto aja, tulisannya sudah lebih dari satu kali yang ditolak. Sedangkan aku, meskipun tulisan utamaku TAK pernah masuk recycle bin sekalipun, aku SEMPAT penasaran dengan nasib surat terakhirku untuk si Koko," celoteh Jingga panjang lebar.

"Hm, ini bukan pertama kalinya kau menyebut tentang si Koko. Kenapa tidak kau tanyakan langsung pada Tuanku itu? Tuh dia lagi santai di pulau," tantang Ikan Senior.
"Aku? Menanyakan hal 'sepele' itu kepadanya? Boleh jadi aku sungkan menanyakannya, bisa jadi juga aku gengsi untuk mempersoalkannya. Setelah aku baca berulang-ulang arsip suratku sendiri, isinya itu MUNGKIN sedikit bernada 'keras' dan dapat mengusik preman, maksudku ... suratku itu punya potensi 'resiko keamanan,' atau mengarah pada 'pencemaran' nama baik seseorang, atau bahkan dua orang, yang cukup 'terhormat'. Aku hanya bisa mereka-reka. Akhirnya akupun harus menerima dan memutuskan untuk bersikap menghargai kebijakan dan keputusan redaktur," tambah Ikan Jingga.
"Itu hak mu, cuma aku tetap menyarankan untuk terbuka dan komunikasikanlah baik-baik, mungkin terjadi human error, ada penyusup yang menghilangkan barang bukti, bukankah server pada waktu itu sedang jeblok pertahanannya? Lagian, ente ini siape? Hello? Mungkin ada kesalahan teknis. Bukankah kita sudah sering dengar bahwa beberapa surat tak sampai tujuan?" jelas Ikan Senior panjang lebar.
"Terima kasih Ikan Senior, kejadiannya sudah lama, aku sudah minum Panadol dan aku sudah lupa. Cuma dalam rangka Harkitnas ini dan sehubungan dengan matinya kolom Asal Usul, aku jadi bertanya-tanya sudah bangkitkah negara ini? Sudah dijaminkah 'kebebasan' pers? Sampai sejauh manakah jargon-jargon 'Apa Saja-Siapa Saja' dapat diterapkan? Bukankah sangat ironis, apabila ketika kita mengobarkan semangat 'keterbukaan,' 'kebebasan' menulis, kita sendiri dikebiri dan mengibiri?" kata si Jingga panjang-lebar, seperti kepada dirinya sendiri.
Ikan Senior pun terdiam ... membisu.

Abunk yang mendengarkan percakapan ikan-ikan dibalik teratai itu sebenarnya paham, seringnya dia mondar-mandir di pulau sedikit banyak membuatnya dapat mengendus dan mengetahui atmosfir di dalam pulau. Saudara jauhnya dulu pernah menjadi 'orang dalam'.

"Kau tau, Yank, hal yang lebih 'lazim' terjadi adalah meletakkan segala keputusan dan kebijakan kepada pihak yang lebih berkuasa, lepas dari apakah majority ruled," kata Abunk.
"You can't win, can you?" kata Yayank.
Dalam sejenak, pasangan Merpati itu tak berkata-kata, sampai akhirnya Yayank berujar pelan:
"Apakah ada kaitannya dengan dunia pers yang, MUNGKIN, masih bersifat patriarki?"
"Terserah Yayank lah mau mengaitkannya dengan dunia patriarki, yang jelas, Ada Power Ada Policy, titik," jawab Abunk ketus sambil menambahkan: "Seandainya ..."

Belum sempat Abunk meneruskan posisinya, seekor Magpie hinggap di dahan pohon dan memotong pembicaraan mereka.
"Yayank benar Abunk, aku sependapat," kata Magpie menimpali.
"Prinsip ku, secara pribadi sih, jangan sampai pagar makan tanaman, jangan biting the hand that feeds you. Sederhana bukan?" sambung Magpie lagi.
"Asal jangan kau artikan ABS (Asal Bokap Senang) aja," jawab Abunk asal-asalan.

"Aku makan dari pohon ini, aku membuat sarang di pohon ini dengan membawa 'sampah' (ranting-ranting kecil) ke pohon ini. Pohon ini memberikan perlindungan bagi aku dan keluargaku. Mana mungkin aku berbuat 'nakal' terhadap pohon ini?" kata Magpie yang kemudian terbang dan mendarat di sandaran kursi taman.

"Kursi, seperti biasa, kau selalu sailen-sailen, nguping sana, nguping sini," kata Magpie kepada Kursi.
"Ah kau Magpie, ada-ada aja. Meskipun sekarang ini Harkitnas, aku tak akan 'bangkit'," kata Kursi singkat.
"Say something, Kursi," desak Magpie.
"Kupikir, Yayank ada benarnya," tegas Kursi.
"Tentang patriarki itu?" sambar Magpie cepat.
Kursi tak menjawab pertanyaan Magpie secara eksplisit.
"Sekarang, aku jadi lebih mengerti dan paham, betapa beratnya perjuangan TUANKU Angsa Putih. But ... the show must go on," jawab Kursi.
"Just like that?" tanya Magpie.
"Yup, kaum yang dianggap less powerful sebenarnya punya 'power' juga, untuk take it OR leave it OR sailen-sailen," kata Kursi menutup pembicaraan.

Senja semakin tua
Boelan yang sedari tadi bermalas-malasan di langit
Terbangun
Digelitiki dedaunan

"Aaah ..." katanya manja kegelian
Senang digodain oleh Tuan Daun
Mr Angin cemburu.
"Lihat siapa yang punya power disini," katanya dalam hati.
Mr Angin bergeming
Membuat Tuan Daun terdiam
Tak lagi dapat bercanda dengan Boelan

Sesaat kemudian,
Mr Angin menghembuskan angin kencang
Kesempatan yang dipakai Bang Awan Kelabu untuk membelai pipi Boelan
Pipi Boelan memerah djamboe
"Aaah ... the show must go on!" hanya itu jawab Boelan.

Mr Angin kembali cemburu
Dihembuskannya angin yang lebih besar lagi
Bang Awan Kelabu beranjak pergi
Bulan bersih, kuning ke-emasan
Momen itu digunakan oleh Mr Angin untuk mengecup Boelan
"Ouuch! Lelaki, lelaki, power patriarki. Ternyata saat ini ANGIN yang punya power," kata Boelan tak berkutik.
"Policy itu, selalu mengikuti kemana berhembusnya angin, chayank," kata Mr Angin dengan penuh percaya diri. Sambil berlalu didendangkannya Cinta Sebening Embun Ebiet G. Ade.
...
Gelora cinta

Gelora dalam dada

Kenapa tak kau hiraukan ...

Old Gum Tree, Harkitnas, 2008



Cinta Sebening Embun (Ebiet G. Ade)
Source: embunsemibar@YouTube

Catatan: Dalam postingan Akhir Sebuah Cerita, sebanyak dua kali Ariel Heryanto menuliskan judul Persona, meskipun dalam postingan sebelumnya dan judul yang diterbitkan di Kompas online berbunyi Pesona.

Sunday, 18 May 2008

Menyusupi Tubuh Ibu

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Berikut ini adalah cerita foto dari si Oecok

Ini aku, Oecok

Ini foto keluargakoe
Ibu mengasuh ke empat adik-adikkoe
Ayah sedang bersolek (preening)

Salah satu adikkoe sedang menyusupi tubuh Ibu

Aku memutuskan untuk mencari angin

Tak lama kemudian
Tiga adikkoe menyusupi tubuh Ibu

Ibukoe tampak berjaga-jaga

Lihat! Lihat!
Ketiga adikkoe itu sudah masuk di dalam tubuh Ibu

Adikkoe yang lainpun akhirnya menyusupi tubuh Ibu

Aduh!
Sesak sekali di dalam
Adik-adikkoe hanya memenuhi salah satu sayap Ibu

Salah satu adikkoe keluar
Ibu menoleh ke kiri

Adikkoe yang lain menjulurkan kepalanya
Ibu menoleh ke kanan

Aduh ternyata enak sekali menyusupi tubuh Ibu
Banyak sekali bacaan dan pemandangan disana
Semoga Ibu selalu ada di hati kami semua
Sampai selama-lama nya
Sampai pada saatnya ...

Kalau Oecok udah besar nanti ...
Oecok mau menyediakan kedua sayapkoe
Untuk disusupi oleh anak-anak Oecok juga

Saturday, 17 May 2008

Raindrops on Rhododendrons

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Artichoke? No, it is Rhododendron, Azalea's cousin, that grows its flower in a cluster.

Rhododendron Bushes

Each cluster contains approximately ten to twelve flowers

Certain Rhododendrons are national flowers of some states/countries.

Notice the water drops, especially the four big ones

Water drops in the middle

Wet and white, white and wet

Little bubbles here and there

How long this will last?

Some last longer than the other

A shade of pink on white

Together ... forever?

First thing first - deciduous

Round diamonds last forever?

Hanging on ... side by side

Smaller than Rhododendrum Maximum

Rhododendron in white, pink, and light salmon



Friday, 16 May 2008

Canada Geese dan Anak Tunggalnya

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Keluarga Canada Geese dengan anak tunggalnya

Selalu kompak, dimana saja, kapan saja.

Memberi contoh kepada anaknya bagaimana caranya berburu nyamuk.

Begini loh, nak, kata Tuan Canada Geese

Nyonya Canada Geese selalu memantau si Kecil.

Foto-foto 'syuur' abis kecebyuuuur

Nyonya Canada Geese sibuk bergerilya memerangi 'penyusup' sampai ke celah-celah yang 'rawan'.

Sunbathing, topless, mirip pose 'Splash' (putri duyung).

Thursday, 15 May 2008

The Greylag Geese and Their Goslings

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

From these photographs alone, I noticed that most of the time, the goslings are always behind the female Goose, while the male one stays behind them or behind the female goose.

Wednesday, 14 May 2008

Anak Itik Turun Sembilan ...

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

(Tampaknya ke sembilan anak itik ini baru saja menetas.)

Anak itik turun sembilan

Main-main dekat induknya

Anak itik tetap sembilan

Nyamuk kecil dilahap juga
(Seumur-umur Mbah baru tahu dan lihat dengan mata kepala sendiri bahwa anak itik itu pemangsa nyamuk - lihat tanda panah.)

Posisi anak panah

Ah, betapa beratnya menjadi orang tua tunggal
Dengan sembilan anak
Induknya di depan
Dibuntuti dengan anak-anaknya

Berenang-renang dengan
Sepasang Greylag Geese
Dimanakah ke lima anak mereka?

Tuesday, 13 May 2008

Yulan Magnolia Untuk Wati Sekeluarga

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Kuncup

Merekah

Mekar

Untuk Wati

Yang sabar menanti
Mbah kirim Yulan Magnolia putih
Virtually
Semoga berkenan di hati
Selamat menikmati

Monday, 12 May 2008

Wikipedia, Its Lovers and Butterflies

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Mungkin sudah banyak orang yang mengetahui tentang rencana Wikipedia untuk membuat edisi cetak dari versi online-nya. Mbah pun sudah membacanya di majalah mingguan/surat kabar online beberapa waktu yang lalu, tapi Mbah kesulitan mencari arsip artikel tsb. Hasil pelacakan di internet membawa Mbah ke situs ini. Komentar dari "anonymous" menggelitik Mbah untuk menulis catatan 'mini' ini.

Seperti ('hampir' semua dari ) kita tau bahwa dunia akademik melarang adanya tulisan ilmiah yang menggunakan Wikipedia sebagai sumber data. Demikian pula edisi cetak-nya - masih ada reaksi yang sama dari kalangan perguruan tinggi. Contoh bisa dibaca di sini. Hal ini sah-sah aja. Bukankah kalau masuk ke kandang kambing kita dianjurkan untuk mengembik?

Blog Mbah ini sifatnya 'fiktif' dan tidak 'ilmiah,' artinya Mbah nggak 'alergi' dengan Wikipedia. Kalau ada yang alergi ya ... harus kita hargai.

Seumpama kupu-kupu, kita bisa saja datang dan pergi dari satu bunga ke bunga, mencari madu, menikmatinya, demi kelangsungan hidup, kenormalan mental kita dan kemapanan budaya dan etika kita. Berubah dari tak tahu menjadi tahu, dari 'bodoh' menjadi 'pintar' dan dari ' tak beretika' menjadi 'sopan' dan 'berbudaya.' Sebagai mahluk insekta, kupu-kupu juga berhak untuk TERBANG, HINGGAP bahkan MASUK di mana saja: di atas bunga, di dalam bunga, di atas daun atau di balik rerumputan.

Dalam memutuskan untuk menjadi anggota suatu komunitas (apa saja), misal yang mempunyai jargon 'terpercaya' tentunya kita berharap sumber informasi yang kita peroleh dari komunitas itu 'terpercaya' adanya. Dan apabila ada 'rules of the game' yang menyatakan komunitas tsb bukan komunitas ilmiah, tentu perlu 'ketegasan' apakah sumber seperti Wikipedia boleh dipakai atau tidak. Tentu kita tidak boleh melupakan kata 'kompromi' atau 'flexibility'.

Kalau pun masih ada 'perang' yang mengharuskan seseorang mencantumkan sumber bacaan sedetil-detilnya dalam suatu komunitas yang lebih banyak 'lucu-lucu-annya' ... kok ya terasa 'lucu sekali.' Bukankah 'ke-ilmiah-an' suatu wacana itu tidak terletak HANYA pada ada atau tidaknya referensi?

Kalau lah kita ini dianggap sebagai panutan, bukankah kita harus bisa memberi contoh yang baik? Misal dalam mempublikasi ulang suatu artikel yang pernah ditulis di media lain, sewajarnya kan dicantumkan dimana tulisan tersebut pernah terbit. Mbah mah bukan jurnalis, bukan juga orang 'legal' (baca: ahli hukum), cuma ya ... mbah belum 'buta' (masih bisa baca) dan masih bisa membedakan yang mana 'copyright' dan yang mana 'ownership'.

Seperti pesan dari seorang 'kakek,' segala yang terpampang di internet itu sudah menjadi 'milik' publik. Tentu saja kita harus waspada dan respek dengan 'small prints'. Mbah nggak kerja di perusahaan yang besar sih, jadi kalau mo sewa lawyer harus mbayar ndili.

Kalau kita sudah digembleng di suatu komunitas untuk menulis, berdiskusi dan berdemokrasi, tentunya di luar dari komunitas itu kita diharapkan dapat menunjukkan bahwa kita sudah 'lulus' dan 'berbudaya' atau setidak-tidaknya sudah 'diajarkan' untuk 'beretika'. Kalaupun ada 'penyimpangan', tidaklah bijak apabila mencari-cari kambing hitamnya. Mungkin PROSES belajarnya yang perlu dievaluasi ulang.

BTW, if some people do not 'trust' Wikipedia, what make 'us' think 'they' should believe in Citizen Journalism, anyway? The difference is, while the first one may consist of multiple writers, the latter, consits, unless 'they' mention 'their' source, 'single' writer. Mind boggling, isn't it?

Kupu-kupu Kuning: "Meskipun warnaku ada unsur kuningnya, aku nggak harus hinggap di bunga kuning".

Kupu-kupu Biru Muda: "Dandelion, hmmm yummy, tiada hari tanpa dandelion."

Dandelion yang mungkin lebih 'mirip' rumput (tanaman liar) ini, ternyata menurut Wikipedia merupakan sumber makanan kupu-kupu.

Kupu-kupu Coklat Besar: "Aduh legaaaa ... banget mendarat di daun mulus ini."

Kupu-kupu Coklat Kecil: "Ngumpet di sekitar rumput dan daun kering kecoklatan mungkin bisa mengecoh pejalan kaki atau fotografer."


I mind my business, and you mind yours ;) ~ Mbah MD ~

Catatan: Tulisan ini ditulis untuk mengantisipasi, just in case, blog Mbah yang fiktif ini "dikirimi bendera" dari beberapa negara atau kepentok Undang Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), nothing personal.


Sunday, 11 May 2008

Camellia

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Double flowered Camellia, enjoy!

Gugusan hari-hari indah bersamamu Camelia.

Semoga tambah seger dan bisa tereak-tereak promosiin ... (isi ndili).


Camelia (Ebiet G. Ade)
Source: embunsemibar@YouTube.com

Friday, 9 May 2008

Bobok Bobok Siang ala Bébé Bebek

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Kalau tidak ada aral melintang, rencananya, akhir bulan ini Ristorante Mallardo pindah ke New Gum Tree.

Sejak dua hari yang lalu, giliran pemadaman listrik di Old Gum Tree.
Kolam Biru berubah menjadi Kolam Hitam.
Kelam, mencekam.

Restoran tempat Mama Mallard bekerja menjadi gelap gulita.
Pekerjaan Mama Mallard dalam menyusun menu baru pun tertunda.
Demikian juga Rumah Keluarga Mallard.
Gelap gulita.

Ketika lampu padam,
Ke empat Bébé Bebek menjerit-jerit.
Bébé Opat histeris, perlu makan obat penenang (untung kagak komplikasi).
Bébé Tolu yang cemas menarik-narik bulu sayap Papa Mallard
Bébé Dua sibuk ber-SMS dengan Mama. Pesannya "cpt plg, km smua sdh pd lpr brt" (Cepat pulang, kami semua sudah pada lapar berat).
Bébé Sada sibuk menenangkan si Bungsu.
Papa Mallard buru-buru memasang lampu teplok di ruang makan.

Tak lama kemudian, Mama Mallard pun pulang.
Rumah gelap,
Penerangan remang-remang.
Setelah mendekap para Bébé dan Papa Mallard dengan mesranya, Mama Mallard pun langsung menata meja dan meletakkan makanan yang sudah dimasak oleh Papa Mallard ke meja.
Mama Mallard bermaksud menambahkan garnish yang berwarna-warni di atas santapan malam.
Apa daya minyak habis.
Lampu teplok padam.
Tauk ah gelaaaap beneran

Keesokan harinya.
Listrik belum juga menyala.
Nice weather.
Segala laundry dijemur diluar.
Termasuk Saroeng Oengoe.

Langit biru.
Kolam biru.
Siang harinya cukup cerah.
PLO (Perusahaan Listrik Old Gum Tree) masih juga ngadat.
Empat ekor Bébé Bebek.
Pada manyun.
Di Kolam Biru.

Padahal Mama Bebek sudah memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan untuk para Bébé Bebek selama pemadaman listrik.
Mama Bebek pun hampir selalu menuruti kemauan "mayoritas" anak-anaknya.
Mau putih, dikasih putih.
Minta hitam, hitam pun mecungul.
Kangen abu-abu, nyempluk lah abu-abu.

Sejak tahun lalu Bébé Bebek sudah diiming-imingi "papan" baru.
Rumah baru.
Restoran baru dan,
Playground baru.

Bébé Sada sabar menanti.
Bébé Dua harap-harap cemas.
Bébé Tolu bosen nungguin.
Bébé Opat berguman kagak jelas (soalnya Bébé Bungsu sih, belon lancar bicara).

Ke empat Bébé pun seia-sekata untuk bobok bobok siang (BBS).

Pulang kerja.
Mama Mallard bercerita tentang masalah di restoran, semuanya.
Tentang desakan para langganan untuk buka resto, meskipun lampu mati.
Tentang daftar menu tanpa gambar makanan yang tergesa-gesa dicetak dengan tenaga genset.
Tentang cetakan daftar menu yang ketikannya raib dalam tempo 24 jam dan tidak dapat dibaca dalam waktu yang tidak dapat ditentukan.
Tentang penyusup.
Ini yang kedua kalinya.
Tentang kepindahan yang dipercepat.
Dan tentang pemutusan aliran listrik sampai "beberapa hari ke depan."
Karena kelelahan Mama Mallard pun ikutan BBS.

Si Bungsu mulai mengantuk.

Si Bungsu tertidur.
Dua kakaknya masih terjaga.

Seperti ada yang menyusup.
Si Bungsu membuka sebelah matanya dengan malas.
"Mana Kakak Sada?" tanya si Bungsu mencari-cari kakaknya yang sulung.

"Aku ada disini," kata Kakak Sada, si Sulung, sambil berjaga-jaga di depan adik-adiknya.
"Aku mendengar suara, seperti ada penyusup," kata si Bungsu yang mulai terjaga.
"Iya nih, ada yang menyusup ditubuhku," kata Bébé Tolu.
"Aku merasakan yang sama," kata Bébé Dua sembari menggaruk-garuk tubuhnya.
"Loh, kok kalian berdua pada garuk-garukan?" tanya Kakak Sada terheran-heran.
"Tadi kalian ini, waktu mandi pada sabunan nggak sih?" sambungnya lagi.
"Aduh kakak ini gimana sih, kan mati lampu, mana jalan mesin sabunnya," jawab Bébé Dua bercanda.
"Idih Kakak Dua emang kutuan, sampai aku juga kecipratan kutu," kata Bébé Tolu.
"Jangan-jangan itu kutu yang sama yang gangguin resto kita dulu," sahut Bébé Sulung.

"Aduh, penyusupnya masuk ke tubuhku," teriak Kakak Sulung.
"Kakak, kenapa sih pada ngeributin kutu dan penyusup?" tanya si Bungsu.
"Itulah, Dek, gara-gara "keterbukaan", semua-semua diceritain, semua-semua dipublikasikan, secara rinci, sampai kepada detik-detik penerbitan. Yang namanya penyusup kan selalu cari peluang di saat sasarannya lengah. "Untunglah" penyusupnya nggak nakal-nakal banget. Padahal ini udah kejadian yang kedua kalinya loh. Seharusnya kan pertahanan dan keamanan semakin diperketat," kata si Sulung panjang lebar.
"Jadi biang-keroknya ... aliran listrik yang mati itu?" tanya Bébé Tolu.

"Ya nggak donk, pemadaman listrik di resto itu kan karena ada korsleting waktu bebenah mindahin kompor listrik dan kawan-kawannya," jawab Kakak Sulung.
"Dan penyusup?" tanya Bébé Opat.
"Meskipun dia itu "baik", dia melengos aja dengan santai, karena, MUNGKIN, dia sudah mendapatkan apa yang dicarinya. Kalau sasarannya cuma sekedar, komentar "pedas" dari customer, alamat email atau nomor telepon pelanggan rumah makan itu, mungkin dampaknya "kecil", tapi kalau sampai terjadi identity theft? Bagaimana?" tanya Kakak Sada dengan sedikit khawatir.
"Tapi kan ... tapi kan ... bukankah sudah diumumkan terms & conditions yang menyatakan jangan isi data pribadi yang sesungguhnya?" sela si Bungsu yang tiba-tiba aja jadi lancar ngomong.

"Haha," Kakak Sada tertawa dipaksakan sambil menyembunyikan wajahnya dibalik Bébé Dua dan Bébé Tolu.
"Kakak kalian ini emang bodoh, kelewat naif," sambungnya lagi, kali ini dia tersenyum getir.
"Khawatir, sih boleh-boleh aja, Kak, tapi jangan berlebihan," kata Bébé Dua.
"Iya, nih, Kakak bisanya merepet dan merepet aja tentang data pribadi," kata si Bungsu menimpali sambil menyelonjorkan kakinya, "gerah" dengan pendirian Kakak Sulungnya.
"Si Bungsu betul, Kak. Sudahlah, keledai dungu aja nggak mau tersusupi pada lubang yang sama, jadi Kakak jangan bertindak konyol lagi," kata Bébé Tolu.
"Iya deh, tapi ... siapa yang menggaungkan suara 'minoritas'?" keluh Kakak Sulung pelan.

Tuesday, 6 May 2008

The Blossoms, the Fruits and the Trees

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

A tree is known by its fruit;
a man by his deeds.
A good deed is never lost;
he who sows courtesy reaps friendship,
and he who plants kindness gathers love
~ Basil ~

Can you tell a fruit by its blossom?

Pear-like Blossoms

Pear-like Fruits

Maple Leaves

Can you tell a tree by its leaf?
Can you tell the sweetness of the rose by its name?

In real life, unlike in Shakespeare, the sweetness of the rose depends upon the name it bears. Things are not only what they are. They are, in very important respects, what they seem to be.
~
Hubert H. Humphrey (1911 - 1978) ~

Bluebells are Pink

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Pink Bluebells
Young,
Tiny

Growing bigger
And
bigger

And mature

Making friends with fellow "native" bluebells

With ants,
Something that is outside of their "class"

Playing hide and seek with them

Teasing each other

Kissing each other

British bluebells are blue
Spanish bluebells are light blue
White bluebells are white
Pink bluebells are pink
If only we let them live in harmony ...


Sunday, 4 May 2008

Bluebells are White

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Serumpun Bluebells
Putih

Rangkaian Bluebells
Putih

Setangkai Bluebells
Putih

Liar

Laba-laba kecil

Bergayutan

Setangkai Bluebells
Putih

Terangguk-angguk

Ditiup angin

Setangkai Bluebells
Putih

Bercengkerama dengan debu
Dibuai angin semilir
Memabukkan

Sekuntum Bluebells
Putih

Biru, bukan
Putih,
Memang itu warnamu

"What I am is not important, whether I live or die - it is the same for me, the same for you. What we do is important. That is what I have learnt. It is not what we are, but what we do."
~ James Fenton - Children is Exile ~

Spanish Bluebells are Light Blue

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

From its name, Spanish Bluebells are native of Spain, Portugal and North Africa.

Spanish Bluebells are light blue - paler
compared to British Bluebells.


Blue anthers
Slightly bigger

Have more erect flower stems

Little or no fragrant

Broader leaves and less pendulous
compared to Common Bluebells


Spanish Bluebells "landed" into Britain in 1680 and they "got married" with the native, British Bluebells. And this concerned Dr Jayne Manley:

"The native bluebell has its international stronghold in the UK, with between a quarter and a half of the world's total plants. We have a global responsibility to conserve them."


Yes, it is OUR responsibility to conserve both the native, the "invader" bluebells and their "offsprings."

A Rose For You

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~


Grace Kelly (Mika)
Source: EKHardie@YouTube

Saturday, 3 May 2008

Bluebells are Blue

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

Bluebell Woods

Carpets of Bluebells

British Bluebells Bloom in April and May

Blue as Blue

Lavender-blue

Bell-shaped

Yellowish-white Anthers

Slightly Fragrant

In the UK, these flowers are protected by law.

Friday, 2 May 2008

Greylag Geese

~ Mbah MD - Old Gum Tree ~

A couple of Greylag Geese are lying down on a daisy-carpeted grass.
They are talking about the future.
The eggs are ready to h
atch.
Guess what?

The eggs hatched

There are five of them